Kemarin aku dapat telpon dari temanku. Dia sekarang jadi guru di sebuah SMP swasta di Tangerang. Dia cerita pengalamannya menjadi guru. Lama-lama ngobrol ada percakapan kami kayak gini
Dia : “Kamu sendiri gimana Des? Betah nggak di Bogor?”
Aku : “ Ya sekarang lagi membosankan, tahu sendiri kan kerjaan kultur jaringan kayak gimana. Tapi gimana lagi...nyari kerja susah, jeng..”
Dia : “ He-eh..aku juga ngerasa gimana ya...rasanya kalo keluar dari sini bisa kok dapat kerjaan yang lebih pas, tapi malas tes2nya itu lho....”
Aku : “ Hehe..jawaban klasik ya.. yo wis dijalani dulu kali ya..kali aja emang udah disini tempatnya..”
Bener...lagi ehm..jenuh mungkin. Akhir-akhir ini sering berpikir untuk mencari kerja yang lain. Aku pernah baca, kalau berangkat kerja hanya menjadi rutinitas belaka, alias ga ada passionnya. Mungkin anda harus mencari kerja yang baru. Tapi ya itu..nyari kerja susah...
Jujur kacang ijo neh...suasana di tempat kerjaku seakan-akan mendukung untuk mencari kerja di tempat lain. Peraturan-peraturan aneh yang membuat pertanyaan dalam hati “kok gitu ya?” (tapi tak terjawab), personal yang saling berkompetisi mencari keuntungan sendiri, dan masih ada lagi. Atauka aku yang belum membiasakan diri dengan itu semua?
Pagi ini bangun dengan pertanyaan yang masih sama dengan hari-hari kemarin di dalam benakku. Tapi sms pagi dari Jojo membuatku kembali berpikir
“Met pagi...hari ini enaknya ngapain ya? Ga enak juga lama nganggur kayak gini...”
Whoaa...Tuhan...aku lupa bersyukur kalau aku masih punya pekerjaan, setidaknya masih ada yang menjadi kewajibanku untuk dilaksanakan setiap harinya... *sambil ketuk-ketuk kepala*
Hm..sambil menanti sebuah jawaban, aku mencari kesibukan aja di lab. Siapa tahu ada yang bisa membuatku bertahan di tempat ini...
Recent Comments